Salah satu kesunnahan dalam pernikahan adalah mengadakan walimahsecara syariah, walimah didefinisikan sebagai undangan jamuan makan pascapernikahan.

Dikutip dari Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib halaman 236, hukum walimah adalah sebagai berikut:  
والوليمة على العُرس مستحبة] والمراد بها طعام يتخذ للعرس… وأقلها للمكثر شاةٌ، وللمقل ما تيسر]
Artinya: “Walimah pernikahan hukumnya disunnahkan. Yang dimaksud dalam hal ini ialah jamuan makan ketika pernikahan. Paling sedikit hidangan bagi orang mampu ialah seekor kambing, dan bagi orang yang kurang mampu, hidangannya apa pun semampunya.”

Dari pemaparan di atas bisa kita pahami bahwa mengadakan jamuan makan atau walimah nikah, hukumnya adalah sunnah, dan minimal hidangan ialah seekor kambing bagi yang mampu atau bagi yang tidak mampu maka dipersilakan menghidangkan jamuan semampunya.

Maka dengan demikian Walimah nikah / Pesta pernikahan harus di persiapkan dan di hidangkan dengan sebaik mungkin karena sebagai penghormatan kepada tamu undangan yang hendak akan mendo’akan kebaikan kedua mempelai.

Bagi para undangan, hukum mendatangi walimah ini ialah fardlu ‘ain meskipun ketika acara berlangsung, ia boleh-boleh saja tidak menikmati makanan tersebut.

Sebagaimana lanjutan pernyataan dalam kitab Fathul Qarib:
والإجابة إليها] أي وليمة العرس [واجبة] أي فرض عين في الأصح. ولا يجب الأكل منها في الأصح]
Artinya: “Menghadiri undangan jamuan makan walimah nikah hukumnya wajib, dalam arti fardlu ‘ain menurut pendapat yang lebih sahih. (Meskipun) tidak wajib memakannya menurut pendapat yang lebih sahih.”

Sumber: NU Online
Rencanakan dan persiapkan pernikahanmu bersama kami alhikmah wedding organizer